TESTIMONIAL PALSU

29 Februari 2008 at 5:07 pm 7 komentar

Testimonial

Testimonial adalah komentar, saran, atau opini yang diberikan oleh seseorang terhadap sesuatu (orang,  produk, perusahaan, organisasi, dll) dari sudut pandangnya masing-masing dan biasanya bernada memuji.

Sebagai contoh umum untuk testimonial ini bisa kita jumpai di situs friendster. Seorang member friendster dapat memberikan testimoni kepada member lainnya.

Di dunia bisnis, testimonial biasanya digunakan sebagai salah satu strategi dalam memasarkan produk, dengan tujuan untuk meyakinkan atau mempengaruhi calon konsumen (pelanggan). Secara psikologis, kita akan tertarik dengan suatu barang apabila ada orang lain yang mengatakan bahwa barang tersebut bagus.

Testimonial juga banyak kita jumpai di situs-situs afiliasi, yang biasanya menampilkan testimonial secara mencolok, bahkan terkesan dibuat-buat (rekayasa). Dan biasanya testimonialnya diisi oleh perorangan,  tidak mewakili organisasi atau perusahaan, karena memang konsumen atau anggotanya biasanya bertindak selaku pribadi (perorangan).

Mungkin kita tidak sadar, bahwa sebenarnya testimoni-testimoni yang kita baca itu diantaranya ada yang palsu atau rekayasa, dengan kata lain testimoni buatan sendiri yang dibuat seakan-akan testimoni dari orang atau pihak lain. Testimoni seperti ini sama saja artinya dengan memuji diri sendiri.

Bagaimana membedakan antara testimoni yang asli dengan yang palsu? Untuk situs afiliasi memang susah membedakannya, karena testimoni di situs afiliasi ini data yang memberikan testimoni tidak harus ditulis secara lengkap (untuk menjaga privasi), cukup dengan nama dan email yang biasanya disamarkan (dipangkas beberapa digit).

Beda lagi dengan situs bisnis (situs perusahaan rental komputer misalnya), dalam hal ini situs perusahaan yang klien atau customer-nya merupakan sebuah perusahaan juga, kita dapat membedakan apakah testimonialnya asli atau palsu. Caranya, perhatikan baik-baik apakah testimoninya dilengkapi dengan data nama perusahaan pemberi testimoni atau tidak. Apabila tidak ada, atau hanya mencantumkan nama orangnya saja, bisa dipastikan testimonial tersebut PALSU.

Kalau untuk testimonial palsu, puluhan bahkan ratusan juga bisa dibikin. Tinggal ketik, ngarang yang baik-baik, bla bla bla …(paling bengkak jari). Kemudian cantumkan nama orangnya,  ngarang aja, kalau kesulitan nyari nama, masukin aja nama-nama teman,  saudara atau tetangga, misalnya saja: Anto, Anti, Toto, Titi, dan lain sebagainya. Sebagai contoh:

”Saya sangat puas dengan produk anda, produk anda mak-nyos sekali ….”
<<  Titi  Ratu Testi >>

Kalau demikian, kenapa tidak membuat saja testimonial palsu yang mencantumkan data lengkap nama perusahaannya? Perusahaan yang sudah eksis pasti tidak akan berani dan gegabah untuk melakukan hal tersebut, karena tidak mau ambil resiko kena komplen atau bahkan tuntutan.

Jadi, untuk memastikan kalau sebuah testimoni itu asli atau tidaknya, dilihat dari data pemberi testimoni tersebut, apakah data nama perusahaannya dicantumkan atau tidak. Kalau yang tidak ada itu nama orangnya tidak masalah, karena nama perusahaan sudah cukup untuk menjadikan kalau sebuah testimoni tersebut otentik.

Seperti halnya testimonial di situs kami, yang kesemua testimoninya dilengkapi dengan nama perusahaan pemberi testimoni. Dan memang disana tidak disebutkan nama orangnya, karena untuk menjaga privasi orang tersebut dan juga untuk merahasiakannya dari rival kami, hehehe.

Mulai sekarang, jangan langsung percaya dengan sebuah testimoni.

Posted by: RH ProRent – Rajanya Sewa Komputer

Entry filed under: Artikel. Tags: .

MacBook Air – Laptop Tertipis di Dunia INCIDENTIAL CUSTOMER

7 Komentar Add your own

  • 1. Domba Garut!  |  10 Maret 2008 pukul 6:37 pm

    Memang – testimonial yang seperti itu ada, dan mungkin banyak ragamnya..dalam dunia internet yang serba anonymous – itu lumrah terjadi. Terlepas dari itu semua pengalaman-lah yang menjadi “jangkar” yang kuat akan kesan/kesaksian yang diberikan – sisanya itu (fake testimonial) adalah bad advertising🙂

    Balas
  • 2. rajarental  |  10 Maret 2008 pukul 9:10 pm

    Betul sekali, ada, banyak dan lumrah karena anonymous-nya internet.

    Namun kata lumrah tidak berlaku untuk sebuah testimonial palsu pada situs perusahaan yang sudah eksis, cocok sekali kalau yang begini ini disebut dengan bad advertising🙂

    Balas
  • 3. My-Indonesia  |  13 Maret 2008 pukul 10:29 pm

    Pantesan bagus2 testimoni yang pernah saya liat di beberapa web.Tapi gak apa2 namanya juga usaha:)

    Balas
  • 4. Shien  |  18 Oktober 2008 pukul 1:21 pm

    hm, tapi tidak semuany itu perusahaan. ada juga tipe pembeli yg kadang namany saja sulit diberitahukan, kadang diberikan nama palsu (_ _”) tapi yg terpenting kita sebagai seller jujur tidak menipu atw merugikan customer^^ seller n buyer mang kudu harus extra hati-hati penipuan dimana-mana (_ _”) bisnis online bisnis yg menjual kepercayaan.

    http://saisanwstreet.blogspot.com

    Balas
  • 5. aem  |  7 Agustus 2009 pukul 3:38 am

    good..

    Balas
  • 6. merkan  |  11 November 2011 pukul 4:24 pm

    Hmm…gk penting banget dan musti diabaikan tuh testimonial palsu

    Balas
  • 7. MANDAK  |  28 November 2011 pukul 3:15 pm

    EMMMMMMMMMMMMMM PERCAYA GAK EA MA, BISNIS YANG MAU AKU JALANI INI

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Februari 2008
S S R K J S M
    Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: